Kamera HP, Lensbong, dan Foto Macro

1
33

Apakah Anda pernah mendengar istilah lensbong? Tidak perlu malu kalau memang belum tahu apa artinya.. hehhehhehhe.. Awalnya saya pun tidak mengerti apa itu lensbong. Lama kelamaan setelah belajar memotret dengan menggunakan handphone dan bergaul dengan komunitas handphone barulah saya mengerti soal lensbong ini.

Gampangnya lensbong adalah kependekan dari lensa bongkaran. Diandaikan ada sebuah alat yang ada fasilitas kameranya. Alat itu kemudian dibongkar untuk diambil lensanya. Apa saja? Prinsipnya semua alat yang punya fasilitas lensa bisa dibongkar. Misalnya HP, kamera pocket, atau lainnya. Nah, masalahnya bisa kepakai tidak kalau digabungkan dengan lensa handphone.

Kalau menggunakan lensa analog, kamera DSLr jadul, sedikit ribet. Selain lensanya berat, cara memasangkannya sedikit ribet. Karena berukuran panjang, ada vignet yang muncul. Menurutku sih vignetnya parah. Saya sudah mencobanya. Dengan bantuan tangan, kamera analog saya tempelkan di lensa handphone.

hasil perpaduan kamera HP dan Lensa manual

Ada yang mengatakan kalau bisa menggunakan bongkaran lensa handphone. Berhubung saya tidak memiliki handphone yang sudah rusak, maka saya beralih ke kamera pocket. Ada teman yang punya kamera pocket yang telah rusak. Saya minta dan saya bongkar. Ternyata lensanya berukuran kecil. Jadi tidak terlalu ribet ketika dipasangkan ke lensa handphone yang saya miliki.

Cara memasangkannya pun mudah. Kalau mau sedikit ribet, buatlah peralatan yang bisa menopang handphone sehingga lebih stabil ketika digunakan untuk memotret. Jika pengen cara yang simple, cukup menggunakan isolasi bolak-balik. Dengan sedikit hati-hati, isolasi direkatkan ke lensa bongkaran. Setelah rata dan tidak menutupi lensa, direkatkan ke bagian belakang lensa handphone. Atur posisi supaya tidak menimbulkan efek vignet. Kalau sudah pas, kamera handphone siap digunakan untuk hunting.

Selain itu, masih ada lagi lensa yang tinggal pakai. Lensa tambahan ini banyak dijual dengan harga yang murah. Ada yang tele. Ada yang macro. Bahkan ada yang wide juga. Tergantung kebutuhan dan minat Anda saja. Oh iya, tergantung isi dompet juga…hehehehehee…

Jika Anda tertarik untuk menggunakan lensbong dan kamera handphone, berdasar pada beberapa kali ujicoba yang saya lakukan, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Catatan pertama adalah getaran. Karena menggunakan lensa tambahan, kamera handphone menjadi lebih peka akan getaran. Sedikit bergetar atau bergeser, titik fokus akan berubah. Untuk menghindarkan adanya getaran atau gerakan beberapa alternatif bisa dicoba. Tangan harus kuat. Misalnya kedua siku bertumpu pada benda lain. Misalnya lantai, tembok, batu, atau yang lainnya. Jika menemukan obyek yang diam, handphone bisa disandarkan ke obyek lain. Kalau paling aman sih pakai tripot atau monopot untuk HP, tapi harus biasa ekstra.

Catatan kedua adalah menentukan fokus. Utak-atik Hp di bagian pengaturannya. Untuk fokus, pilihlah “infinity”. Dengan pilihan ini, kita tidak akan direpotkan dengan fokus kamera yang hanya di titik tengah atau bahkan berpindah-pindah. Dengan pilihan ini, kita tinggal memajukan atau memundurkan handphone sampai mendapatkan titik tertajamnya.

Catatan ketiga adalah pencahayaan. Usahakan untuk mendapatkan cahaya yang cukup untuk menghasilkan foto yang optimal. Cahaya yang cukup akan menjadikan foto yang kita hasilkan lebih tajam.

Catatan keempat, jangan males mencoba. Sekali gagal, coba lagi.. terus coba.. sampai bisa menghasilkan foto yang diinginkan. Selamat mencoba!

SHARE
Previous articleBerubah dalam Kristus
Next articleSang Burung Pelikan

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here